JIHOON: Di tengah kota Metaverse pada Minggu pagi ini, kabut tipis masih menempel di trotoar saat terlihat dua wanita cantik, Vouzwoman dan Scarlett Kyung, yang kini tengah saling berhadapan dengan aura menegangkan.

SAEKYUNG NOONA: Usut punya usut, dua wanita perkasa ini ternyata saat ini sedang bertarung hanya karena rebutan croffle terakhir di kafe langganan mereka. Bagi mereka, sarapan adalah harga mati, sehingga tak heran kini mereka berdua sama-sama mengerahkan kekuatan masing-masing.

KRYSTAL NOONA: Vouzwoman dengan sigap mengangkat satu lengannya lalu memantulkan ledakan chaos dari Scarlett Kyung dengan gelang emasnya, membuat rambu lalu lintas patah BRANG!

SAEKYUNG NOONA: Scarlett Kyung masih melayang di udara, matanya merah berkilat semakin memancarkan aura mengerkan, dengan tangan memutar pusaran chaos. “Aku yang pesan duluan!!!” teriaknya sambil melemparkan serangan chaos lagi ke arah Vouzwoman.

KRYSTAL NOONA: Vouzwoman dengan ketangkasannya segera berguling sambil sesekali kembali mengangkat lengannya, berusaha melindungi diri dan memantulkan serangan dari Scarlett Kyung, “Aku yang sudah bayar duluan!!!” sahutnya tak kalah nyaring.

JIHOON: Di rumah hijau mint di depan mereka, Hunee Beam, bocah berseragam piyama biru, baru bangun tidur dengan rambut berantakan. Ia mengucek matanya perlahan sambil sedikit menggerutu di atas kasurnya, “Kok ribut banget sih…”.

Ia mengintip dari jendela, mendapati dua wanita perkasa saling adu kekuatan di depan rumahnya. Sedikit merasa bingung dengan keadaan seperti itu, ia dengan niat polosnya segera berjalan keluar rumah, menyeret sandal di kakinya, berjalan mendekat ke wilayah pertarungan.

Melihat mereka hendak kembali saling serang, Hunee Beam refleks berlari ke tengah, mengangkat kedua tangannya di antara mereka. “Berhenti!!! Noona-noona jangan berantem, please!!!”

KRYSTAL NOONA: Vouzwoman sudah siap dengan tameng emasnya, Scarlett Kyung sudah siap melempar ledakan chaos lainnya. Namun, keduanya terlihat cukup kaget melihat bocah kecil tiba-tiba berdiri di tengah mereka, tapi apa boleh buat pertarungan sudah terlanjur memanas.

Vouzwoman melempar tamengnya untuk memantulkan serangan Scarlett Kyung, tapi pantulannya melenceng, membuat ledakan chaos melesat liar.

JIHOON: Hunee Beam terpaksa meloncat ke kanan, ke kiri, lalu jongkok sambil memeluk kepalanya, berusaha menghindari ledakan demi ledakan yang beterbangan di sekitarnya. “Ya ampun… aku cuma mau melerai, bukan ikutan battle royale…” gumamnya dalam hati.